Rabu Maret 10 , 2010
Text Size
   

News

Tsunami Capai Perairan Indonesia 21 Jam Lagi

Efek gempa besar berkekuatan 8,8 skala Richter di Cile, Sabtu (27/2), diprediksi bakal menimbulkan tsunami di berbagai wilayah. Bahkan tsunami bakal menerpa perairan Indonesia 21 jam lagi, khususnya di wilayah pantai utara Papua.

Pemetakan yang dilakukan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) di Pantai Barat dan Alaska Amerika Serikat, mengambarkan hal itu. Gempa di Cile terjadi pukul 13.34 WIB. Sedangkan peringatan tsunami juga telah dilontarkan pihak otoritas di Hawaii. Bahkan seluruh Kepulauan Hawaii dinyatakan waspada, karena seluruh pantai-pantai di wilayah itu bakal diterjang gelombang

Selanjutnya: Tsunami Capai Perairan Indonesia 21 Jam Lagi

   

DPR Sesalkan Lambannya Penanganan Longsor Tenjolaya

Jakarta: DPR menyesalkan lambannya penanganan korban longsor di kawasan perkebunan dan pabrik teh di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kenapa proses penanganan musibah ini lamban. Kejadian pukul 08.00 pagi, tapi posko bencana di Kecamatan Pasirjambu baru tahu pukul 15.00 WIB. Kalau alasannya infrastruktur yang buruk, sekarang ini sudah serba canggih. Jadi seharusnya peristiwa itu diketahui lebih cepat sehingga respons time-nya lebih cepat juga," ujar anggota Komisi V DPR Abdul Hakim di Gedung DPR Jakarta, Kamis (25/2).

Kalau kondisinya lamban seperti ini, menurut dia, otomatis waktu penanganan korban lebih lama dan jumlah korban juga makin banyak.

Selanjutnya: DPR Sesalkan Lambannya Penanganan Longsor Tenjolaya

   

Mensos: Tidak Perlu Ada Tim Investigasi Longsor Ciwidey

Jakarta: Menteri Sosial Salim Segaf Aljufrie menyatakan tidak perlu adanya tim investigasi guna mengetahui penyebab longsor di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menurut dia, tidak mungkin perusahaan teh itu melakukan kesalahan yang berakibat longsor.

"Tidak mungkin perusahaan mencari masalah dengan karyawan yang sudah puluhan tahun," ujar Menteri Sosial di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (25/2).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan akan membentuk tim guna menyelidiki penyebab longsor. Selain itu, Agung juga menyatakan bahwa perusahaan teh tersebut juga bersalah dalam peristiwa yang merenggut puluhan nyawa itu.

Selanjutnya: Mensos: Tidak Perlu Ada Tim Investigasi Longsor Ciwidey

   

Indonesia Ranking Ketiga Dunia Rawan Bencana Banjir

Indonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara yang paling rawan dan paling sering dilanda bencana banjir, setelah India dan China. Hal tersebut dikemukakan peneliti Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, Dr. Muh. Aris Marfai, M.Sc., Selasa (29/12), dalam Seminar Hasil Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana. Seminar yang merupakan hasil kerja sama PSBA UGM dan Departemen Sosial (Depsos) RI berlangsung di Hotel Brongto, Yogyakarta.

Menurut Marfai, banjir di India dan China disebabkan meluapnya air dari sungai dan laut, sedangkan di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh air sungai. Kendati demikian, ia memprediksikan banjir dari meluapnya air laut akan melanda Indonesia di masa mendatang seiring dengan adanya perubahan iklim global. “Banjir laut sekarang sudah mulai melanda Semarang dan Jakarta,” ujarnya.

Selanjutnya: Indonesia Ranking Ketiga Dunia Rawan Bencana Banjir

   

Halaman 1 dari 3