Rabu Maret 10 , 2010
Text Size
   

Pelatihan Tanggap Siaga Bencana di Pesantren Darunnajah

Sejak beberapa tahun terakhir ini, kita menyaksikan dan merasakan betapa dahsyatnya amukan alam datang silih berganti, susul menyusul: dari peristiwa gempa bumi dan Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara, gempa bumi di Yogyakarta, banjir, kebakaran, kekeringan, gunung meletus, sampai meluapnya lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo. Semua bencana itu mengancam keselamatan jiwa manusia tanpa membedakan dari mana ia berasal, serta merusak tata lingkungan dan ekosistem.

Belajar dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita menjadi mafum betapa banyak korban yang membutuhkan pertolongan dan bantuan, karena dalam keadaan darurat, tenaga medis, aparat, pemerintah, polisi maupun TNI tidak mencukupi guna menanggulangi musibah tersebut. Dalam hal inilah peranan para sukarelawan akan sangat membantu mempercepat dan meringankan evakuasi para koban yang menderita baik secara materi, fisik maupun psikis.

Langkah inisiatif yang diambil Darunnajah Cipining untuk membekali santri menjadi sukarelawan yang handal, memiliki gerak cepat, tanggap terhadap bencana mendapatkan sambutan yang cukup hangat dari Direktorat Jenderal Bantuan Sosial Departemen Sosial dan pesantren-pesantren sekitar serta lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Untuk itu, pada awal Agustus lalu diselenggarakan kegiatan pelatihan Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Para peserta dari Darunnajah Cipining dan beberapa pesantren serta sekolah sekitar, ditatar langsung oleh tim pusat. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 6 s.d 7 Agustus 2007, bertempat di lapangan sepak bola kampus 2.

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Dirjen Bantuan Sosial Korban Bencana Alam Bapak…………………….. , Ketua Yayasan Darunnajah, Pimpinan Pesantren Darunnajah I, II & III, dewan guru, Muspika Kecamatan Cigudeg, serta Anggota tim TAGANA dibawah komando Bapak Agus Karyadi. Acara tersebut dimeriahkan pula dengan simulasi penanganan korban bencana banjir dan kebakaran yang terjadi di danau Darunnajah, yang diperankan oleh peserta pelatihan dan Tim TAGANA dengan menggunakan peralatan kapal karet, jaket pelampung, refling serta tandu untuk mengangkut korban yang tenggelam. Bersama itu pula diberikan penghargaan kepada para guru, administratur dan karyawan teladan oleh Ketua Yayasan Darunnajah.

Pelatihan diikuti oleh 343 siswa dari 300 siswa yang direncanakan. Mereka berasal dari Pesantren Darul Muttaqien Bogor (34 siswa), Darunnajah I Jakarta (70 siswa), La Tansa (30 siswa), serta MA Ta’dibul Ummah dan SMAN I Cigudeg yang masing-masing mengirim 10 orang siswa. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk perkemahan alam terbuka yang terbagi dalam dua sesi, yaitu orientasi dan praktikum.

Sesi orientasi yang diberikan meliputi: Disorter Management/Manajemen Bencana Alam, Mapping (pemetaan lokasi) Childern Trauma Healing, First Aid (pertolongan pertama) dan orientasi perlengkapan rescue, sementara sesi praktikum yang diberikan diantaranya adalah: Andrenalin dan Out Bond, Team Building, tanggap darurat bencana, SAR (Search and Rescue), olah fisik (caving/susur gua), selain dua sesi yang diberikan, para peserta juga dibagi dalam 7 kelompok/tim penanggulangan bencana, diantaranya: tim medis, komunikasi, transportasi, logistik, shalter, TRC, dan tim dapur umum yang merupakan posko-posko yang harus ada dalam penanggulangan bencana alam.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yang paling utama adalah membekali santri dengan pengetahuan tanggap bencana, santri terlibat langsung dalam memberikan bantuan terhadap korban bencana dalam bentuk penyelamatan, pertolongan pertama sampai pada distribusi logistik serta menjadi rekanan Departemen Sosial di tingkat pusat atau daerah untuk gerak dan reaksi cepat, tanggap bencana. Sementara itu ketua pelaksana kegiatan ini Ust. Saiful Hadi Scada, S,Pd.I saat ditemui WARDAN menjelaskan tentang berlangsungnya kegiatan ini yang menurutnya secara umum kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, bahkan dari pengalaman penyelenggaraan ini beliau berharap pelatihan santri tanggap bencana bisa dilaksanakan kembali di Darunnajah Cipining dengan waktu, jumlah peserta lebih banyak dengan bertarapkan kegiatan level Nasional

Sumber : Darunnajah

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Inactive Module

You should publish modules to the "inactive" position and set the Menus to "All", for them to show up on pages where there is no active menu ID. This is a bug/feature of Joomla that causes only menu items in the "All" setting to show up.