Rabu Maret 10 , 2010
Text Size
   

Wawancara

Amannya, Bangunan itu Dua Lantai

GEMPA hebat datang silih berganti menghantam Sumatra Barat, mulai Maret 2007 lalu dan diikuti 12-13 September pekan silam. Tak sedikit kerugian yang diderita, mulai, dari materi, perasaan hingga nyawa. Masyarakat dibuat panik, berlarian ke luar rumah. Mereka mengungsi ke tempat dataran tinggi atau pergi ke tempat yang dianggap aman dan jauh dari pantai, lantaran takut bakal terjadi tsunami.
Gangguan psikis banyak dialami masyarakat, sehingga tak mempunyai ketenangan jiwa. Perasaan takut selalu menghantui, dan mengikuti setiap langkah masyarakat Sumbar. Sehingga, walau kekuatan gempa kecil masyarakat sudah "tabang-hambur" menyelamatkan diri. Berikut wawancara wartawan Singgalang, J.e Syawaldi CH dengan ahli geologi lulusan ITB, Ir. Nuzurwir.


Selanjutnya: Amannya, Bangunan itu Dua Lantai